Luciatriedyana’s Weblog











{September 24, 2008}   RAINBOW_Indonesia in modern ways

Titel : RAINBOW

Author : Abe George & Kakizaki Masasumi

Penerbit : PT. Elex Media Komputindo Jakarta

Level comic : Dewasa

Are you manga mania???? Have you ever read “RAINBOW”???

Yah, comic satu ini emang te o pe b g t (TOP banget gitu loh!!!). Nah, comic yang udah terbit 8 seri ini (feelingku sih bentar lagi tamat) bercerita tentang kondisi Jepang setelah mengalami kekalahan perang, sekitar tahun 1956_an. Dimana saat itu sedang dilanda krisis. Kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan benar-benar terbatas malah serba kurang. Kondisi tersebut tentu saja memicu naiknya angka kriminalitas dan turunnya moralitas dalam masyarakat, bahkan oleh kalangan pejabat pemerintahan dan lembaga hukum pada saat itu. Nah, yang menarik, secara garis besar comic ini berani mengangkat tindakan-tindakan asusila dan kekerasan dalam masyarakat yang sudah tak terkendali karena bobroknya sistem hukum yang berlaku. Dibalik itu semua, disini juga diceritakan persaudaraan yang benar-benar bakal menyentuh hati. Menurutku disinilah pengertian dari “soulmate” yang hakiki. Bukan sekedar roman picisan atau drama murahan tetapi maknanya lebih dalam. Serius lho, Anda tak akan mengerti kalau belum membacanya sendiri, kata orang sih tak kenal maka tak sayang. Jujur saja ini bukan comic yang saya sukai (terlalu banyak kekerasan dan ketidakadilan), tapi sampai saat ini hanya comic ini saja lah yang bisa membuat saya menitikan tetes hujan di mata saya (boong ding!Gak ampe nangis kok!!!cuma ini comic bener-bener menyentuh banget lho, tapi ceritanya sadis jek!). Bercerita tentang 7 pemuda remaja yang dijebloskan ke lembaga pemasyarakatan khusus remaja karena dituduh melakukan kejahatan yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Mereka justru ingin menolong orang (misalnya menyelamatkan gadis yang mau diperkosa tapi malah dituduh sebagai pemerkosanya) tapi sayangnya pada saat itu tidak ada yang namanya keadilan, dalam arti keadilan berpihak pada orang kaya atau orang yang punya uang dan makanan. Banyak sekali anak gadis yang dijual atau dijadikan pelacur pada waktu itu hanya untuk sakantung beras. Sungguh miris bukan? Dan kalau kita bertanya, “Bagaimana hukum pada waktu itu?” Atau “Apakah polisi tidak melakukan sesuatu??” Jawabanya malah tercemin dalam pelecehan-pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan di lembaga permasyarakatan oleh para aparat-aparatnya sendiri. So sad….and so bad….

Sayangnya, kalau becerita tentang kemiskinan, moral, dan hukum, tidak perlu jauh-jauh kita bisa liat Indonesia kita yang tercinta tetapi tidak bisa dibanggakan….bukanya negative thinking atau asal ng-judge tapi ya emang kondisi kita yang begitu. Bukan lagi masa lampau tetapi masa sekarang jek!!! Soal hukum??? Yah kita tahu sendiri bagaimana keadaanya. Apalagi sekarang kan lagi marak-maraknya kasus BLBI. Kita lihat bagaimana sikap hakim-hakim kita yang katanya terhomat itu???Bukannya saya mau bilang nggak bisa diharapkan lagi tapi gimana ya? Bukannya menegakan keadilan itu tugasnya mereka?gimana hukum itu bisa terealisasi dan nggak cuma teori doank kalo penegak hukumnya saja bermasalah. Yah, imitasinya sampai aparatur-aparaturnya pun juga serupa tapi mungkin tak sama. Kalau kita cermati di berita sekarang juga lagi marak kasus salah tangkap oleh polisi, itu baru yang terungkap. Kalau ditilik lebih lanjut, berapa banyak orang yang mendapat ketidakadilan oleh lembaga yang disebut-sebut sebagai penegak keadilan itu??Cobalah Anda cari tahu sendiri berapa banyak uang negara atau uang rakyat yang telah korupsi oleh lembaga kepolisian Indonesia??? Disebut-sebut kepolisian adalah lembaga terkorup kedua setelah bea-cukai. Disusul kemudian lembaga pengadilan di urutan keberapa saya lupa. Yah, nggak usah jauh-jauh lah,lihat saja pas tanggal tua gimana pak pol-pak pol berseragam yang rajin menjalankan bisnis usaha pertilangan, atau pugli-pungli kalau kita mau bikin SIM, STNK, KTP, dll. Did our laws to be well donel?! I guess not!

Apalagi sekarang yang juga lagi hot seputar kasus badan legislative pembuat UU(DPR) dikabarkan melakukan intervensi dengan pihak asing masalah energi. Gimana sih?Buat undang-undang kok malah merugikan rakyat sendiri ? Kok lebih mengutamakan kepentingan asing gitu??Maksudnya apaan coba?? Bener-bener wakil rakyat?? Tahu to sekarang BBM udah mahal terbatas pula!! Sebenarnya orang-orang yang duduk di DPR pintar nggak sih?? Benarkah banyak kasus suap dalam tubuh DPR seperti yang diberitakan saat ini??

Yah, secara garis besar,kebobrokan hukum di Indonesia dapat dilihat dari peringkat lembaga terkorup di Indonesia. Ranking pertama diraih oleh DPR!!!Horeeee! Selamat ya pak-bu DPR!!! Selanjutnya disusul oleh lembaga pengadilan. Di perinkat ketiga saya ucapkan selamat pada lembagakepolisian atas keberhasilannya bertengger di posisi ini. Terima kasih kepada semuanya atas penjarahan uang rakyatnya.

Nah, apalagi kalau ditanya soal moral dan asusila, nggak terhitung deh! Nggak perlu dibahas lagi kalau budaya kita sedikit demi sedikit tapi pasti mulai hilang diterpa arus globalisasi. Yah, meski ada hokum yang mengaturnya tapi kok bukannya menyusut tapi kok malah membengkak ya???Entah saya juga kurang tahu.

Kembali lagi kepada comic, seperti yang sudah saya sebutkan di atas,ini bukanlah comic yang saya sukai karena pada dasarnya penceritaan atau penggambarannya terlalu vulgar (sangat malah). Bisa jadi malah menjadi media pembelajaran efektif yang memicu atau memromotori tindakan-tindakan kekerasan atau asusila, terutama untuk anak-anak karena pada dasarnya comic ini lumayan laku( tidak cuma di kalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak).

]Loe

it will able in english version…just need waiting….



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

et cetera
%d bloggers like this: